Sabtu, 21 Januari 2017

Pertemuan Pertama dan Selanjutnya


Dia. Dia yang sampai detik ini tak bisa aku miliki. Entahlah kenapa aku ingin berbagi cerita tentang dia. Kisah ini dimulai saat awal perkuliahanku. Waktu semester pertama aku mendapat tugas untuk hunting foto. Saat itu aku masih awam dengan dunia fotografi dan ditambah aku tidak memiliki kamera canggih. Beruntung ada kakak tingkat yang bersedia membantuku. Pada waktu yang telah ditentukan kami bertemu. Sang kakak tidak datang seorang diri. Kakak membawa seorang teman. Dan saat itulah pertama kalinya aku bertemu dengan dia. Tanpa malu-malu aku dan dia saling berrkenalan dan mengobrol ringan.

Setelah mendapat foto yang memuaskan kami menutupnya dengan berfoto groupi. Tidak cukup pada malam itu saja, aku dan dia bertemu kembali pada waktu jamuan kegiatan ukm. Pada jamuan itu dia meminta nomorku. Dan aku tidak keberatan untuk memberinya.

Saat pertemuan pertama, aku tidak nemiliki rasa terhadap dia. Hanya saja aku menjadi korban ledek dari kedua temanku. Dan akupun terbawa perasaan. Walau begitu aku masih sangat sadar pada kenyataan. Maka dari itu aku putuskan untuk tak lagi menginginkannya.

Dimataku dia orangnya baik, friendly, punya selera humor yang bagus, dan pandai bergaul. sejak berkenalan dengan dia pada saat itu, perlahan aku bergantung padanya. Tapi, masih dalam batas wajar. Dia tak segan memberi pertolongan padaku.

Jangan tanya kenapa aku menulis tentang dia yang sampai saat ini tidak aku miliki. karena aku sendiri juga tidak punya jawabannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar