luapan hati
Rabu, 11 April 2018
Sabtu, 21 Januari 2017
Pertemuan Pertama dan Selanjutnya
Dia. Dia yang sampai detik ini tak bisa aku miliki. Entahlah kenapa aku ingin berbagi cerita tentang dia. Kisah ini dimulai saat awal perkuliahanku. Waktu semester pertama aku mendapat tugas untuk hunting foto. Saat itu aku masih awam dengan dunia fotografi dan ditambah aku tidak memiliki kamera canggih. Beruntung ada kakak tingkat yang bersedia membantuku. Pada waktu yang telah ditentukan kami bertemu. Sang kakak tidak datang seorang diri. Kakak membawa seorang teman. Dan saat itulah pertama kalinya aku bertemu dengan dia. Tanpa malu-malu aku dan dia saling berrkenalan dan mengobrol ringan.
Setelah mendapat foto yang memuaskan kami menutupnya dengan berfoto groupi. Tidak cukup pada malam itu saja, aku dan dia bertemu kembali pada waktu jamuan kegiatan ukm. Pada jamuan itu dia meminta nomorku. Dan aku tidak keberatan untuk memberinya.
Saat pertemuan pertama, aku tidak nemiliki rasa terhadap dia. Hanya saja aku menjadi korban ledek dari kedua temanku. Dan akupun terbawa perasaan. Walau begitu aku masih sangat sadar pada kenyataan. Maka dari itu aku putuskan untuk tak lagi menginginkannya.
Dimataku dia orangnya baik, friendly, punya selera humor yang bagus, dan pandai bergaul. sejak berkenalan dengan dia pada saat itu, perlahan aku bergantung padanya. Tapi, masih dalam batas wajar. Dia tak segan memberi pertolongan padaku.
Jangan tanya kenapa aku menulis tentang dia yang sampai saat ini tidak aku miliki. karena aku sendiri juga tidak punya jawabannya.
Dia. Dia yang sampai detik ini tak bisa aku miliki. Entahlah kenapa aku ingin berbagi cerita tentang dia. Kisah ini dimulai saat awal perkuliahanku. Waktu semester pertama aku mendapat tugas untuk hunting foto. Saat itu aku masih awam dengan dunia fotografi dan ditambah aku tidak memiliki kamera canggih. Beruntung ada kakak tingkat yang bersedia membantuku. Pada waktu yang telah ditentukan kami bertemu. Sang kakak tidak datang seorang diri. Kakak membawa seorang teman. Dan saat itulah pertama kalinya aku bertemu dengan dia. Tanpa malu-malu aku dan dia saling berrkenalan dan mengobrol ringan.
Setelah mendapat foto yang memuaskan kami menutupnya dengan berfoto groupi. Tidak cukup pada malam itu saja, aku dan dia bertemu kembali pada waktu jamuan kegiatan ukm. Pada jamuan itu dia meminta nomorku. Dan aku tidak keberatan untuk memberinya.
Saat pertemuan pertama, aku tidak nemiliki rasa terhadap dia. Hanya saja aku menjadi korban ledek dari kedua temanku. Dan akupun terbawa perasaan. Walau begitu aku masih sangat sadar pada kenyataan. Maka dari itu aku putuskan untuk tak lagi menginginkannya.
Dimataku dia orangnya baik, friendly, punya selera humor yang bagus, dan pandai bergaul. sejak berkenalan dengan dia pada saat itu, perlahan aku bergantung padanya. Tapi, masih dalam batas wajar. Dia tak segan memberi pertolongan padaku.
Jangan tanya kenapa aku menulis tentang dia yang sampai saat ini tidak aku miliki. karena aku sendiri juga tidak punya jawabannya.
Jumat, 20 Januari 2017
5 Hal yang Ingin Dicapai Tahun Ini
Cita-cita aku ingin bisa menempuh mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Bahkan bisa kuliah di luar negeri. Karena aku merasa masih banyak hal yang menyenangkan di luar sana untuk perlu diketahui. Hal yang ingin aku capai pada tahun ini tidak jauh-jauh dari soal studiku.
Pertama aku ingin berhasil mengumpulkan uang sesuai dengan targetku untuk biaya kuliah S1 transfer. Mengingat harga kuliah S1 transfer membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Kedua aku ingin agar skor toeflku meningkat dalam artian kualitas berbahasa inggrisku semakin bertambah. Sehingga itu akan membantuku untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.
Ketiga aku ingin menang juara satu dalam sebuah sayembara menulis cerpen. Karena selama ini aku hanya berpartisipasi sebagai kontributor.
Keempat aku ingin bisa liburan ke luar kota lagi bersama teman-teman. Menikmati pemandangan alam yang indah. Berbagi cerita dan gelak tawa sambil pose cantik ala traveler.
Terakhir aku berharap bisa selalu konsisten, displin, dan semangat untuk mewujudkan harapan itu menjadi kenyataan. Amiieen ...
Cita-cita aku ingin bisa menempuh mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Bahkan bisa kuliah di luar negeri. Karena aku merasa masih banyak hal yang menyenangkan di luar sana untuk perlu diketahui. Hal yang ingin aku capai pada tahun ini tidak jauh-jauh dari soal studiku.
Pertama aku ingin berhasil mengumpulkan uang sesuai dengan targetku untuk biaya kuliah S1 transfer. Mengingat harga kuliah S1 transfer membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Kedua aku ingin agar skor toeflku meningkat dalam artian kualitas berbahasa inggrisku semakin bertambah. Sehingga itu akan membantuku untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.
Ketiga aku ingin menang juara satu dalam sebuah sayembara menulis cerpen. Karena selama ini aku hanya berpartisipasi sebagai kontributor.
Keempat aku ingin bisa liburan ke luar kota lagi bersama teman-teman. Menikmati pemandangan alam yang indah. Berbagi cerita dan gelak tawa sambil pose cantik ala traveler.
Terakhir aku berharap bisa selalu konsisten, displin, dan semangat untuk mewujudkan harapan itu menjadi kenyataan. Amiieen ...
Kamis, 19 Januari 2017
3 Hal yang Bisa Membuat HISTERIS
Ada banyak hal yang mampu membuat aku menjadi histeris. Tapi aku berusaha sebisa mungkin untuk mengontrolnya. Namun, ada beberapa juga yang tak dapat lagi aku membendungnya.
Pertama ending dari sebuah cerita yang tidak terpikirkan olehku. Mulai dari cerita film, drama, anime atau novel. sungguh ending yang tak sesuai dengan harapan membuat aku geregetan. Kedua ketika aku menaiki sebuah wahana permainan yang menguji adrenalin. Seperti flying fox yang pada saat itu juga aku tak mampu berkata-kata lagi. Sekaligus menikmati permainannya.
Terakhir ketika karya-karya tulisan yang pernah aku buat diakui oleh para senior berpengalaman. Bahkan ada seorang produser atau sutradara kawakan berniat membuat filmnya dan dimainkan oleh aktor yang aku idolakan. Karena dari karya itulah aktor yang aku kagumi mengakui keberadaanku.
Ada banyak hal yang mampu membuat aku menjadi histeris. Tapi aku berusaha sebisa mungkin untuk mengontrolnya. Namun, ada beberapa juga yang tak dapat lagi aku membendungnya.
Pertama ending dari sebuah cerita yang tidak terpikirkan olehku. Mulai dari cerita film, drama, anime atau novel. sungguh ending yang tak sesuai dengan harapan membuat aku geregetan. Kedua ketika aku menaiki sebuah wahana permainan yang menguji adrenalin. Seperti flying fox yang pada saat itu juga aku tak mampu berkata-kata lagi. Sekaligus menikmati permainannya.
Terakhir ketika karya-karya tulisan yang pernah aku buat diakui oleh para senior berpengalaman. Bahkan ada seorang produser atau sutradara kawakan berniat membuat filmnya dan dimainkan oleh aktor yang aku idolakan. Karena dari karya itulah aktor yang aku kagumi mengakui keberadaanku.
Rabu, 18 Januari 2017
10 days writing challenge
KEKASIH DAMBAAN
Berbicara mengenai tipe kekasih dambaan, tentu setiap orang memiliki tipe kekasih dengan kriteria yang baik. Mulai dari pendidikan, ekonomi, kepribadian dan latarbelakang keluarga yang baik ada pada diri si dia. Aku pun juga memiliki tipe kekasih dambaan. Pertama aku ingin memiliki kekasih seperti layaknya seorang teman dan keluarga. Yang dimana dia bisa meluangkan waktu ditengah -tengah kesibukkannya untuk sekedar berbagi cerita dan bercanda. Dari berbagi cerita itu kita bisa lebih mengenal satu sama lain. serta kita bisa memetik pelajaran dari cerita - cerita tersebut. Layaknya seorang teman kita menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan yang seru dan bermanfaat. Dan seperti keluarga yang dimana, dia mengingatkan aku disaat aku salah, memberi aku semangat disaat aku putus asa. Kedua aku ingin dia memiliki selera humor yang bagus agar hubungan dipenuihi dengan gelak tawa dan melupakan hal - hal yang menyebalkan yang pernah terjadi. Terakhir aku ingin dia bisa masak. haha. tidak wajib seh. hanya saja aku ingin bisa duel masak dengan si dia.
Berbicara mengenai tipe kekasih dambaan, tentu setiap orang memiliki tipe kekasih dengan kriteria yang baik. Mulai dari pendidikan, ekonomi, kepribadian dan latarbelakang keluarga yang baik ada pada diri si dia. Aku pun juga memiliki tipe kekasih dambaan. Pertama aku ingin memiliki kekasih seperti layaknya seorang teman dan keluarga. Yang dimana dia bisa meluangkan waktu ditengah -tengah kesibukkannya untuk sekedar berbagi cerita dan bercanda. Dari berbagi cerita itu kita bisa lebih mengenal satu sama lain. serta kita bisa memetik pelajaran dari cerita - cerita tersebut. Layaknya seorang teman kita menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan yang seru dan bermanfaat. Dan seperti keluarga yang dimana, dia mengingatkan aku disaat aku salah, memberi aku semangat disaat aku putus asa. Kedua aku ingin dia memiliki selera humor yang bagus agar hubungan dipenuihi dengan gelak tawa dan melupakan hal - hal yang menyebalkan yang pernah terjadi. Terakhir aku ingin dia bisa masak. haha. tidak wajib seh. hanya saja aku ingin bisa duel masak dengan si dia.
Langganan:
Postingan (Atom)
